Assalamu'alaikum sobat semua !
Kali ini saya mau berbagi tentang beberapa cara ataupun tips dalam mengupayakan diri kita sebagai seorang yang selalu merasa bahagia. Buat sobat semua, bahagia dalam konteks ini bukan berarti bahagia yang tidak berarti ya, kaya orang-orang pinggiran jalan yang ketawa ketiwi gak masuk akal itu, tapi ini adalah suatu cara agar kita selalu merasa bahagia dalam hal memandang segala sesuatu itu sebagai suatu hal yang harus dihadapi dan disikapi dengan hati yang lapang dada plus tenang.
Nah, kita garis bawahi pada arti kata tenang ya. Jadi,bisa kita artikan bahwa membuat segala sesuatu itu terasa membahagiakan dengan disertai ketenangan diri. Mengapa kita harus bisa membedakannya dengan berbagai kebahagiaan yang ada ? Karena perlu diketahui ya teman-teman bahwa sesungguhnya ada juga kebahagiaan yang kadang membuat kita menjadi orang yang munafik bahkan khianat dan fasiq (orang yang suka melanggar aturan agama). Banyak orang yang berbahagia di atas penderitaan orang lain, berbahagia akan kebohongannya yang dapat menyengsarakan orang lain, bahkan kebahagiaan yang muncul karena telah melakukan pelanggaran dengan mengkhianati agamanya ataupun peraturan bersama apabila dalam suatu organisasi. Pasti semua kebahagiaan macam itu, pada hakikatnya hanya dapat menimbulkan suatu kegelisahan jiwa walaupun pada kelihatannya kebahagiaan itu terlihat memukau ataupun memuaskan. Namun, perlu diingat ya teman-teman bahwa seseorang yang telah merasa bahagia karena kesalahan perbuatannya itu telah menentang habis-habisan hati nuraninya. Maka dari itu, Allah pun menyebut orang yang demikian sebagai orang yang sedang sakit hatinya. Bukan dalam artian sakit hati karena patah hati ya sobat.............
Allah berfirman dalam al-Qur'an surat AL- Baqarah : 5-10. dimana, pada intinya terdapat pada ayat sepuluh yang menjelaskan bahwa orang yang hatinya sakit itu maka disediakan baginya siksaan yang amat pedih balasannya. Ayo... siapa lagi sekarang yang hatinya pingin merasa sakit terus ??? jangan dong.......
Kita itu, di sini adalah calon penghuni syurga Amiin....... Jikalau memang kita ingin mengusahakannya. Karena kita ketahui juga dari kisah NABI ADAM AS dan SITI HAWA yang merupakan manusia pertama di alam dunia ini, mereka mengawali kehidupannya di alam syurga. NAMUN, karena tipu daya musuh kita semua yakni iblis, kita diturunkan ke dunia. Tapi ingat juga teman, hal tersebuat tidak serta merta Allah kehendaki jikalau tidak ada faidah atau hikamhnya bagi kita sendiri. Sungguh sebuah history yang harus kita taklukkan dengan selalu berusaha menggapai ridha Allah ta'ala dan selalu memerangi tipu daya syaithan.
Nah itu dia, salah satu cara kita memeranginya itu dengan senantiasa menjadikan hidup kita ini sebagai suatu kebahagiaan tempat kita singgah sementara sebelum kita kembali lagi pada Allah berkumpul seperti dahulu di surga. Banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya itu adalah calon penghuni syurga yang luar biasa nikmatnya. Namun mereka lebih memilih jalan yang menyimpang dari keseharusannya.
OK inilah beberapa tips dariku untukmu, bagi sobat semua yang ingin merasakan kebahagiaan dunia yang menenangkan itu.......
1. Niatkan karena Allah semata dalam memulai suatu pekerjaan
" innamal a'malu bin niyaat....." segala sesuatu perbuatan itu tergantung pada niatnya. Maka, dengan mengawali segala sesuatu aktivitas kita dengan niat karena ingin menggapai ridha Allah ta'ala akan menimbulkan rasa sukarela dalam bertindak tanpa adanya unsur lai seperti ingin mendapat pujian. Kok bisa ya, hanya dengan meniatkan karena Allah kebahgiaan bisa muncul dalam segala sesuatu aktivitas kita ? Hal itu tentu menjadi alasan mengapa kita tidak serta merta mendapatkan pengetahuan tanpa dapat diterima oleh hati nurani kita.
Karena Allah lah tujuan kita, kita di sini dan kita bisa seperti ini karena kita meyakini bahwa Allah yang selalu menjadi ingatan dalam hidup kita akan mencintai hambanya yang mengerjakan perintahnya dan menjauhi larangannya. Karena itu, pastilah segala pekerjaan yang kita awali dengan niat dan lafadz asma Allah pastilah berupa pekerjaan yang bermanfaat bahkan mengandung nilai ibadah. Sudah jelaslah kalau kita hendak melakukan perbuatan jahat sekalipun pasti tidak akan berani melakukannya, karena asma Allah terngiang dalam ingatan pertanda bahwa hati nurani pun turut ikut berbicara mengingatkan kita. Itulah hidayah bagi mereka yang Allah kehendaki sendiri, Orang jahat sekalipun bukannya tidak mungkin insyaallah pasti mendapatkan hidayah Allah. Makanya, percaya diri aja ya, apabila kita tengah melakukan kebaikan berlandaskan niat lillahi ta'ala dan berbahagialah......
2. Selalu berhusnuzhan dalam pergaulan
prasangka baik ataupun positive thingking adalah kunci bagi kita sobat dalam bergaul dengan baik dengan siapapun dalam keseharian. Pandangan kita selalu menilai seseorang itu dari segi kebaikannya dengan tidak melupakan sisi kekurangannya yang harus ia perbaiki dan ia nasiahati. Karena dengan melihat sisi baiknya, kita bisa bergaul denagnnya dengan suka hati sehingga ia pun dapat menerima diri kita apa adanya dia. Kita juga bahkan dapat saling mengoreksi sehingga pergaulan kita itu bisa mengandung nilai ibadah dan keridhaan Allah, karena di dalamnya terdapat unsur saling menasihati.
Maka dari itu, di sanalh kita bisa belajar bagaimana cara berdakwah yang cantik tanpa ada unsur paksaan bahkan lebih mudah diterima oleh mereka yang mendapatkannya seperti layaknya dakwah Rasulullah yang luar biasa pengaruhnya bagi mereka. Dengan penerapan perilaku tersebut, maka hati kita akan senantiasa bahagia karena ketenangan hati tanpa ada rasa memiliki musuh, karena ia beranggapan bahwa musuh itu hanyalah syaitan semata beserta mereka yang Allah juga melaknatinya.
3. Selalu tidak merasa diri lebih unggul dari orang lain
" dan janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong..." firman Allah tersebut benar-benar telah menegaskan pada kita akan arti menjadi pribadi yang merasa diri ini masih membutuhkan dan kecil di mata sang khaliq. Di atas langit itu masih ada langit. Jikalau kita menjadi seorang yang benar-benar berilmu, maka benar-benar tidak akan timbul dalam diri ini sikap yang justru mengunggul-unggul kan diri di hadapan orang lain. Karena prinsipnya adalah makin kau tahu, makin kau sadar bahwa betapa bodohnya dirimu sehingga muncul lah dirimu sebagai pribadi yan selalu ingin mencari tahu.
Biaralah Allah yang membalas berbagai ketaatan kita serta ibadah kita. Jikalau engkau memang dzahirnya lebih dari orang lain baik itu dari segi materi, ilmu, fisik atau apapun itu mka biarlah Allah pula lah yang membalasnya. Karena balasan Allah lah yang paling baik, nikmat Allah di dunia saja tidak pernah disangka-sangka datangnya apalagi untuk di akhirat ?
Dengan hal ini dapat menimbulkan rasa kebahagiaan sejati yang asalnya dari Allah karena kerendah hatian kita membuat semua orang selalu memandang kita itu dengan kehormatan dan penghargaan pula.
4. Menghargai segala sesuatu yang ia dapatkan
Inilah sikap seorang yang berilmu, terutama sikap yang sangat penting utuk dimiliki seorang pemimpin. Karena dalam hal memimpin itu, semua yang dipimpinnya itu pastilah tidak sama. Penghargaan merupakan salah satu bentuk proses untuk membentuk suatu lingkuan di sekitar kita yang baik. Apabila kita berada dalam suatu lingkungan yang saling menghargai maka timbullah berbagai apresiasi yang memberikan kita selalu meningkatkan kemmapuan kita dalam berkarya dengan suka hati. Karena baik bagaimanapun perbedaannya atapun sebarapa kualitas kemampuannya maka disitula kita bisasaling menghargai dengan saling mengoreksi tanpa hanya ada kritikan tanpa ada saran.
Menghargai adalah kunci persatuan, terutama bagi negara kita yang majemuk dan heterogen. Pastilah disetiap tempatnya memiliki kebijakan dari hasil pemikirannya terutama dalam hal budaya. Jika saling menghargai kita junjung tinggi, maka kebersamaan tanpa batas pemisah akan kita rangkul dengan penuh kebahagaiaan yang bersama-sama pula....
Itulah beberapa pointnya sobat, semoga dapat bermanfaat....
......Kritik dan sarannya, silahkan pembaca kemukakan di komentar. Terima kasih.....
Senin, 26 September 2016
Selasa, 13 September 2016
CERPEN_PETAKA SAHABAT MASA LALU
hai teman, pembaca yang budiman !
alhamdulillah.....kebetulan ini adalah blog pertama saya, karenanya disini saya akan mengawalinya dengan ucapan bismillahirrahmanirrahiim. mengapa demikian? karena dalam suatu keterangan dikatakan bahwa sesungguhnya segala amal perbuatan baik, apabila tidak diawali dengan basmalah maka tidak akan mendapatkan berkah darinya. jadi sia-sia kan? semoga jangan begitu.
berhubung saya menulis di blog ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan dan saling mengingatkan dengan dakwah, maka kita awali bersama dengan mengingat rabbul 'alamin kita. karena berkat qudrat dan iradat-nya lah saya sendiri dapat berininsiatif untuk mengembangkan hobi dengan blog ini. " whenever you alone remember to allah" OK......
kritik dan saran yang membangun, saya harap dapat pembaca sampaikan dengan suka hati.inilah pos pertama cerpen saya dengan bertemakan SOSIAL RELIGI.....Selamat membaca :) ....
Petaka Sahabat Masa Lalu
Citra dan Dita adalah sahabat karib
yang serasi, mereka cantik dan pintar lagi tentunya. Saat itu mereka berencana untuk
pergi mengunjungi rumah Dita di Jakarta.
Maklumlah, sudah sekitar 3 tahun tinggal di pesantren, disuruh belajar ilmu
agama karena kenakalannya di masa SMP membuat ia harus belajar bersabar kepada Citra.
Hingga saatnya kerinduan yang kian membendung itu akan ia wujudkan esok hari.
Dita yakin, orang tuanya pastilah bangga dengan perubahan sikapnya begitu juga
dengan Citra.
Keesokan harinya, mereka berangkat
dari Jawa Timur menuju Jakarta dengan bus. Mereka berdua menikmati perjalanan
dengan penuh suka cita. Ketika sampai di Stasiun Jakarta, tidak sengaja mereka
bertemu dengan Bella, sahabat Dita semasa SMP dulu. Dita pun menyapanya dengan
gembira, “ Hai Bella, bagaimana kabarmu ? “ . Bella terheran-heran melihat Dita
dan spontan menertawakannya, “ Ya ampun Dita itu beneran elu? Gue beneran gak
nyangka elu jadi gini. Mana sih elu yang kece kayak dulu, pake jilbab segala
lagi kayak nenek-nenek aja tau, hahaha.....”.
Citra tahu bagaimana perasaan Dita
saat itu karena diperolokan oleh sahabat masa lalunya. “Maaf mbak Bella, kami
permisi dulu”. Bella menunjuk citra sambil berkata, “ Oh gitu ya, jadi dia yang
suka ceramahin elo. Inget, persahabatan kita dulu Dit, elo beneran udah lupa !”.
Bella pun pergi dengan gaya tomboy serampangannya meninggalkan Citra juga Dita
yang kini terlihat bimbang.
Sesampainya di rumah Dita, mereka
disambut gembira oleh orang tuanya Dita. Mereka terlihat melepas rindu dengan
penuh bahagia. Terlebih karena melihat perubahan pada anaknya. Citra pun ikut merasa
senang dibuatnya.
Selama di Jakarta, mereka sudah
terbiasa mengikuti pengajian malam jum’atan di Masjid. Walaupun umumnya hanya
ibu-ibu yang hadir, mereka tetap semangat mengikutinya. Ketika di tengah
perjalanan itu, Bella beserta gengnya menghampiri mereka. “ Hai Dita, mau
kemana kamu ? Ayo ikut kita aja main bareng lagi kayak dulu! “ ucap Bella
diikuti tatapan sinis teman gengnya. “ Iya Dit, kita itu kangen banget sama lo.
Cuma buat malam ini doang! “ bujuk Tasya. “ Inget guys we are best friend
forever, ayolah ikut sama kita!” Key menimpali.
Dita terlihat makin kebingungan, Citra
pun mulai mengambil sikap, “ Kita berangkat saja Dita, acaranya mau dimulai.”
Dita menjawab, “ maaf Citra, aku harus menyelesaikan urusanku dulu dengan
sahabatku. Tolong do’akan aku ya, “.
Dengan perasaan cemas Citra berkata, “ Jaga selalu dirimu ”. Dita mengangguk
dan pergi bersama Bella dan gengnya hingga lenyaplah mereka dari pandangan Citra.
Ucanya lirih, “ Ya Allah, aku percayakan mereka padamu.........”.
Sampai tengah malam, Dita belum pulang
juga. Citra dan ayah ibu turut mengkhawatirkannya. Citra merasa menyesal dan
bersalah karena melepaskan kepergian Dita. Pada saat yang bersamaan, telepon
rumah pun berdering beberapa kali. Ibu
segera menjawabnya. Dengan isak tangis yang terbata-bata, ibu mengatakan bahwa Dita
sedang ditahan di kantor polisi karena ketahuan sedang pesta miras dan narkoba.
Mereka segera pergi ke Kantor Polisi. Setelah
mengetahui kedatangan mereka, Dita segera memeluk Citra dan berkata dengan nada
yang lirih terisak tangis, “ Aku tidak bermaksud seperti itu, merekalah yang
memaksaku. Oh tuhan.....”. Pernyataannya itu seketika membuat Citra dan kedua
orang tuanya merasa terpukul luar biasa.
Kini Dita menyadari bahwa bagaimanapun keadaannya,
lingkunganlah yang akan membuatnya menjadi seorang yang seperti apapun.
Untuk semua sahabat.... jadiaknlah dirimu seseorang yang apabila orang memandangmu maka mereka akan ingat kepada ALLAH tuhanmu. Karena dirimu yang taat dan mampu mengajak kepada mereka yang berada di sekelilingmu dalam kebaikan dan taqwa....Karena besarnya cintamu pada ALLAH menunjukkan seberapa besarkah cinta orang-orang di sekitarmu.
Langganan:
Postingan (Atom)
